Tuesday, March 22, 2011

JET LAG

Hello blog, how are you dear..? It’s a long time since the last time I post here right? Please welcoming me back.. Because from now, I will write more fluently.. insya allah. :). Now I am a wife.. ahayyy.. New status, new responsibilities, and new phase in life. For more stories about my wedding day, I will post it later. But now, I want to post how my life since the wedding. Basically, I am enjoying it very much. Bahagia rasanya karena sudah menemukan seseorang yang insya allah akan menemani sampai akhir hayat. dan alhamdulilah.. So far, I am lucky to have khoirul fajrin bin budi harsono as my husband. gak perlu dijabarkanlah ya, alasannya kenapa. tapi yang pasti.. I love you dear my hubby.. Both of your strength or your weakness. :)

Before marry, I have already planned to resign from my job after wedding. alasannya beragam, utamanya adalah karena ketidaknyamanan dalam bekerja dan ingin belajar menjadi ibu rumah tangga yang bekerja dari rumah. kedengarannya seru ya? tapi in fact, it doesn't easy like what I thought before. First, "jet lag". Yap, jet lag sodara! Jet lagnya lebih ke perbedaan situasi yang guedee sekali. Dari pekerja kantoran yang kerja dari pagi sampai sore berubah jadi istri yang stay dirumah, mengurus keperluan rumah dan suami, dan manage bisnis kecil-kecilan. So different right? Don’t ask what I feel. I feel deeply sad. Hampir nangis malah. Tekanan batin rasanya. Kedua, rasanya otakku diistirahatkan. Yang dipikirkan utama adalah keperluan rumah tangga, mau masak apa, ini itu udah beres apa belum.. dan berada dilingkungan mamah-mamah dan bunda-bunda.. My childish side of me denial my current status. I feel like I am still college student that hang around with my young and single colleagues. hahaha.. Silly thought right. Yak, nano-nano deh rasanya.. belum lagi kalo misal teman-teman sepermainan ku lagi kumpul atau main dimana gituu.. I feel like.. hmmm.. huhu.. aku tak diajak..! Another childish behavior right? hahaha.. Maybe I am the spoiled girl who being pushed to be a mature woman.

I need to be realizing that this is the phase that I need to pass. And the truth is all off this phase is wonderful. Alhamdulilah, Allah sudah mempertemukan ku dengan jodohku. Diperlancar semua urusan-urusan pernikahan kemarin. Semuanya adalah hal-hal yang amat sangat patut untuk disyukuri. Now, All I want to do is become the best as I can. No matter what title that I have now. I just want to be the best. Be a best wife for my husband, the best daughter for my parents, and later the best mom for my children. I love my family, tapi aku juga masih punya my own world. menikah bukan berarti aku kehilangan kesempatan untuk tetap punya jati diri. Aku punya mimpi dan passion. Insya allah tetap akan kukejar tanpa harus mengorbankan keluargaku sedikit pun. Freelance mungkin bisa jadi pilihan. Ya hidup itu rahasia. Engga ada yang tahu persis gimana ke depannya. Manusia Cuma bisa bermimpi, doa dan yang pasti ikhtiar. Mengenai bagaimana jadinya nanti, Serahkan pada kekuasaan Allah semata. I just wish the best for me and my family. Amin.