Wednesday, September 7, 2011
Multitasking Ability
Dan sampailah saya di pagi hari ini, pas iseng-iseng browing-broswing dikompasiana, saya nemu artikel ini Rasanya kayak di tusuk tepat di jantung hati terdalam *halah*. Bener-bener deh.. malu deh rasanya. Saya ini emang tipikal manusia bermental tempe kayaknya. Punya buanyak banget keinginan, mimpi dan pemikiran, tapi cuma sampe mandek di otak. Ga ada satupun yang saya mati-matian usahain biar terwujud. semuanya cuma sampe di niat yang langsung melepes pas mau dilakuin. Payah deh pokoknya. Udah banyak contoh dosanya deh. Contohnya, kemarin menggebu-gebu resign dari kantor terakhir untuk belajar bisnis. Dan hasilnya, saya kikuk gitu mau nawar-nawarin barang dagangan, belajar web buat jualan pun cuma sebatas niat. *cubit pipi diri sendiri*. Terus niat mau ngelancarin b. inggris, biar bisa bikin artikel inggris yang ciamik. Hasilnya, buku toefel yang dah dibeli berbulan-bulan belum di sentuh sama sekali. *jedotin kepala ke tembok*. Dan yang paling keliatan adalah salah satu mimpi saya adalah jadi penulis. Mau punya karir dibidang tulis menulis ini, melihat status yang insya Allah bakal jadi ibu, freelance writer udah jadi pekerjaan yang paling saya idam-idamkan deh. tapiiii, liat aja blog ini kosong melompong berbulan-bulan. cita-citanya sih begitu melahirkan langsung pingin apply jadi freelance reporter atau freelance writer di beberapa media gitu. Nah langkah demi wujudin rencana itu kan saya harus punya portfolio tulisan-tulisan. Nah ini, boro-boro masukin tulisan ke media, blog sendiri aja dianggurin sampe berbulan-bulan. Ampun deh ma diri sendiri. Punya mental tempe amat siih.. *jongkok nangis dipojokan*
Baca artikel di kompasiana itu lumayan bikin saya mikir ulang. Emang mau ya sampeyan daya pikir dan kemampuannya segitu-segitu aja? Mau kalo ada kesempatan depan mata harus gigit jari, karena kemampuan ga mumpuni. Terus gimana nanti mendidik anak supaya bermental baja, kalo ibunya sendiri suka anget-anget puppynya ayam, kayak gini terus. Malu atuh sama temen-temen yang lain, yang udah pada bisa ini bisa itu. Saya cuma bisa senyum-senyum kecut aja. yuk gen yuk tobat yuk. Belajar lagi yuk, Malu atuh sama si dedek dalam perut, kalo bundanya lebih suka tidur-tiduran sambil nonton tipi and ngemil-ngemil aja dibanding memperkaya diri dengan ilmu-ilmu baru. Gak bisa jadi ibu yang jago dong. Ibu saya aja luar biasa multi taskingnya. Kerja sambil ngurus anak dua beres. Mikirin renovasi rumah sampe ke detail-detailnya jago. Kok ini anaknya cemen gini ya.. aduh malu ih malu. Bismillah, semoga bener-bener bisa stop ngejalanin slogan anget-anget puppynya ayam itu lagi. Doakeun saya ya temanns.. :)
Tuesday, March 22, 2011
JET LAG
Hello blog, how are you dear..? It’s a long time since the last time I post here right? Please welcoming me back.. Because from now, I will write more fluently.. insya allah. :). Now I am a wife.. ahayyy.. New status, new responsibilities, and new phase in life. For more stories about my wedding day, I will post it later. But now, I want to post how my life since the wedding. Basically, I am enjoying it very much. Bahagia rasanya karena sudah menemukan seseorang yang insya allah akan menemani sampai akhir hayat. dan alhamdulilah.. So far, I am lucky to have khoirul fajrin bin budi harsono as my husband. gak perlu dijabarkanlah ya, alasannya kenapa. tapi yang pasti.. I love you dear my hubby.. Both of your strength or your weakness. :)
Before marry, I have already planned to resign from my job after wedding. alasannya beragam, utamanya adalah karena ketidaknyamanan dalam bekerja dan ingin belajar menjadi ibu rumah tangga yang bekerja dari rumah. kedengarannya seru ya? tapi in fact, it doesn't easy like what I thought before. First, "jet lag". Yap, jet lag sodara! Jet lagnya lebih ke perbedaan situasi yang guedee sekali. Dari pekerja kantoran yang kerja dari pagi sampai sore berubah jadi istri yang stay dirumah, mengurus keperluan rumah dan suami, dan manage bisnis kecil-kecilan. So different right? Don’t ask what I feel. I feel deeply sad. Hampir nangis malah. Tekanan batin rasanya. Kedua, rasanya otakku diistirahatkan. Yang dipikirkan utama adalah keperluan rumah tangga, mau masak apa, ini itu udah beres apa belum.. dan berada dilingkungan mamah-mamah dan bunda-bunda.. My childish side of me denial my current status. I feel like I am still college student that hang around with my young and single colleagues. hahaha.. Silly thought right. Yak, nano-nano deh rasanya.. belum lagi kalo misal teman-teman sepermainan ku lagi kumpul atau main dimana gituu.. I feel like.. hmmm.. huhu.. aku tak diajak..! Another childish behavior right? hahaha.. Maybe I am the spoiled girl who being pushed to be a mature woman.
I need to be realizing that this is the phase that I need to pass. And the truth is all off this phase is wonderful. Alhamdulilah, Allah sudah mempertemukan ku dengan jodohku. Diperlancar semua urusan-urusan pernikahan kemarin. Semuanya adalah hal-hal yang amat sangat patut untuk disyukuri. Now, All I want to do is become the best as I can. No matter what title that I have now. I just want to be the best. Be a best wife for my husband, the best daughter for my parents, and later the best mom for my children. I love my family, tapi aku juga masih punya my own world. menikah bukan berarti aku kehilangan kesempatan untuk tetap punya jati diri. Aku punya mimpi dan passion. Insya allah tetap akan kukejar tanpa harus mengorbankan keluargaku sedikit pun. Freelance mungkin bisa jadi pilihan. Ya hidup itu rahasia. Engga ada yang tahu persis gimana ke depannya. Manusia Cuma bisa bermimpi, doa dan yang pasti ikhtiar. Mengenai bagaimana jadinya nanti, Serahkan pada kekuasaan Allah semata. I just wish the best for me and my family. Amin.
Wednesday, January 26, 2011
Hello 2011
- Insya Allah, by counting down the days, I will be a wife. yak, menikah. akhirnya rejeki dan jodohnya datang tahun ini. awal tahun ini tepatnya. alhamdulilah. Semoga lancar-lancar terus yaa.. amin.
- I boost my self to take a new challenge. Be brave to move from this save but uncomfortable zone. yaa, after a years, feeling depressed with my career life, but never dare to move on and take another chance. I boost my courage this year. I dare to move out. Alhamdulilah again.. Especially after my mother gives her bless to do this. yak, dan aku melangkah lagi dengan pasti #berdendang# :D
- berusia seperempat abad. ngeri ya bok, kalo ukurannya abad. berasa tuaa.. but this is the reality every body! what have you already done in your life? what is your life achievement? for me, I can say it still zero or very few achievement. so, di seperempat abad usiaku ini, adalah menjadi wajib kudu harus berbenah diri. At least, keep learning. do something for others. karena di dunia ini waktu kita sungguh sempit. bismillah, semoga bisa terwujud dan semoga kalimat-kalimat tersebut bukan hanya jadi kumpulan huruf-huruf tanpa makna. belajar..belajar..belajar!!
- melirik changing life no. 1, semoga tahun ini juga bisa menyandang status as a mother juga. amin.. amin..aminnnn.. :)
Kar'na citaku semakin dekap
Hasrat kini terungkap
Dalam kata-kata yang terucap
Waktu terus melaju
seirama alunan lagu
Aku melangkah lagi dengan pasti!
(Aku Melangkah Lagi - Vina Panduwinata)